Share:

Agar Harga Barang Tak Mahal, Pemprov Kaltara Kucurkan Rp 9 Miliar Untuk Subsidi Ongkos Angkut

-Kamis, 25 April 2019

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Program subsidi ongkos angkut (SOA) barang ke wilayah perbatasan Kalimantan Utara tepatnya di perbatasan Indonesia Malaysia, sebagian tengah berjalan.

Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Disperindagkop mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk program itu selama tahun 2019.

Kepala Disperindagkop Pemprov Kaltara Hartono menjelaskan, SOA barang tengah berjalan di Kabupaten Nunukan dengan rute :

 

1. Nunukan-Seimanggaris senilai Rp 1,5 miliar

2. Tarakan-Long Bawan senilai Rp 2,5 miliar

3. Mensalong-Lumbis Ogong senilai Rp 3,2 miliar.

"Seimanggaris, Long Bawan, dan Lumbis Ogong semuanya sedang berjalan.

Khusus ke Long Bawan, barang diangkut dengan pesawat terbang dari Tarakan.

Ke Seimanggaris dan Lumbis menggunakan perahu karena melalui jalur sungai," kata Hartoni kepada Tribunkaltim.co, Rabu (24/4/2019) di ruang kerjanya.

Adapun daerah tujuan di Kabupaten Malinau hingga April ini masih proses lelang.

 

Dalam waktu dekat, kata Hartono, proses pelelangan tuntas dan siap berjalan pada bulan Mei nanti.

"Ini lelang kedua kalinya. Karena yang pertama batal," ujarnya.

Daerah tujuan SOA barang di Malinau mencakup Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu melalui jalur sungai dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

 

"Barangnya kita naikkan dari sini (Tanjung Selor.

Kemudian dibawa naik perahu ke dua kecamatan di Malinau itu.

Dibanding dari Malinau Kota, lebih dekat dari Tanjung Selor," ujarnya.

Disperindagkop Kalimantan Utara mengalokasikan anggaran subsidi Rp 1,8 miliar untuk menyokong distribusi barang ke dua kecamatan itu.

Progra ini mensubsidi tarif angkutan pesawat dan long boat.

Tujuannya barang yang didistribusikan ke daerah-daerah tujuan di dua kabupaten perbatasan itu tidak mengalami kenaikan.

"Yang membuat naik harganya kan cost angkutan yang mahal



Sehingga kita beri subsidi angkutan supaya harga barang ketika sampai di tujuan tetap sama seperti harga di kota atau di agen," ujarnya.

"Kami sudah tunjuk penyalur di daerah-daerah tujuan. Jadi harga tidak bisa naik," tambahnya.

Jenis barang yang diangkut mencakup bahan-bahan pokok, perlengkapan sekolah murid dan siswa di perbatasan, termasuk alat-alat keperluan dapur masyarakat.

 

Selain bertujuan untuk menyediakan harga barang yang murah di perbatasan, program subsidi ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat perbatasan dari produk-produk Malaysia. (*)