Disperindagkop Kaltara Tingkatkan Kompetensi PMO Dan BA Pendamping Koperasi Merah Putih
-Tanjung Selor, 05 November 2025
Tanjung Selor, 3–5 November 2025 – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi bagi Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) dalam rangka memperkuat kapasitas pendamping koperasi desa/kelurahan Merah Putih di wilayah Kalimantan Utara. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka secara resmi dengan menghadirkan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Bapak Panel Barus, S.E., M.E. Turut hadir pula perwakilan dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara. Hadir sebagai narasumber antara lain Bapak Antonius Boly, S.AB, Pengawas Koperasi Ahli Muda dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan, serta Drs. Anhar, Sekretaris Dekopinwil Kalimantan Utara. Kepala Bidang Koperasi, Margaretha, S. Hut., M.Ap, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme para PMO dan BA dalam melaksanakan tugas pendampingan, fasilitasi, serta pembinaan terhadap koperasi di desa dan kelurahan Merah Putih. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis para pendamping dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program penguatan kelembagaan dan usaha koperasi. Margaretha menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para pendamping menjadi penggerak transformasi koperasi yang modern, adaptif terhadap digitalisasi, dan memiliki tata kelola yang transparan serta akuntabel. “Melalui pelatihan ini, para PMO dan BA diharapkan mampu berperan aktif dalam mengembangkan koperasi berbasis desa dan kelurahan agar lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya. Deputi Kemenkop RI, Panel Barus, juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pendamping merupakan kunci keberhasilan pengembangan koperasi di era transformasi digital.