Ketua Dekranasda Kaltara Resmi Buka Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Membatik Tingkat Dasar
-Tanjung Selor, 27 April 2026
TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Membatik Tingkat Dasar dengan Pewarna Sintetis yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya industri kerajinan batik, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
Mengawali kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Hj. Hasriyani, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor industri kreatif berbasis budaya lokal.
Beliau menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis membatik kepada para peserta, tetapi juga bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan produk batik yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.
"Batik merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus kita lestarikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir perajin-perajin batik baru yang mampu mengembangkan motif khas Kalimantan Utara menjadi produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi tinggi serta mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Dr. Hj. Hasriyani, S.H., M.M.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara akan terus memberikan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing industri kerajinan daerah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru di bidang kerajinan batik.
Menurutnya, batik bukan hanya merupakan warisan budaya bangsa yang harus dijaga kelestariannya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi para perajin menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan produk yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing.
"Melalui bimbingan teknis ini, saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan terus berinovasi. Jadikan batik sebagai identitas budaya Kalimantan Utara yang mampu dikenal lebih luas serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ungkap Hj. Rahmawati Zainal, S.H.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Dekranasda, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada para pelaku industri kerajinan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Hj. Rahmawati Zainal, S.H. secara resmi membuka Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Membatik Tingkat Dasar dengan Pewarna Sintetis.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir wirausaha-wirausaha baru yang terampil, kreatif, dan mampu menghasilkan produk batik berkualitas dengan ciri khas Kalimantan Utara. Sejalan dengan itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara bersama Dekranasda akan terus memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM agar mampu berkembang, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.